Pacitan, 5 Oktober 2025 — Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, S.Ag., M.M., hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Pacitan dalam acara Pembukaan Festival Rebana Klasik yang diselenggarakan oleh MI Al Huda Ploso Pacitan. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI serta Milad ke-80 MI Al Huda Ploso.

Acara yang berlangsung di halaman MI Al Huda tersebut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Pacitan, Komite Madrasah, tokoh agama dan masyarakat, dewan guru, serta peserta festival dari berbagai madrasah dan sekolah dasar se-Kabupaten Pacitan. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan menyelimuti jalannya kegiatan yang mengusung tema pelestarian seni rebana klasik sebagai bagian dari budaya Islam.

Dalam sambutannya, Kepala MI Al Huda Ploso, Muh. Fatkhur Azis, menyampaikan bahwa festival ini merupakan wujud rasa syukur atas usia madrasah yang telah mencapai delapan dekade. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, melainkan sarana untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai religius melalui seni. “Festival ini bukan sekadar seremoni atau kompetisi. Ia adalah cerminan perjalanan panjang MI Al Huda yang lahir dari cinta, semangat, dan harapan. Melalui rebana klasik, kita diajak untuk kembali merasakan getaran jiwa, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Pacitan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa MI Al Huda telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam membangun pendidikan Islam dan melestarikan tradisi keagamaan di tengah perubahan zaman. “Atas nama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MI Al Huda Ploso yang telah memadukan semangat Hari Amal Bhakti dan Milad madrasah dalam satu kegiatan penuh makna. Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan shalawat,” ungkapnya.

Sebagai puncak acara, Kasubag TU secara resmi membuka Festival Rebana Klasik Tahun 2025 dengan simbolis memukul rebana, disambut riuh tepuk tangan para peserta dan hadirin. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian penampilan grup rebana klasik dari berbagai madrasah di Pacitan.

Festival ini diharapkan menjadi ajang pembinaan seni Islami di lingkungan madrasah sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan kecintaan terhadap warisan budaya Islam yang penuh makna. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadi amal ibadah yang pahalanya terus mengalir. Dengan memohon ridho Allah SWT, Festival Rebana Klasik Tahun 2025 resmi kami nyatakan dibuka,” tutup Bambang Hadi Suprapto.